Kontak Kami
081225700025

Alasan Kenapa Orang Sering Terlambat, Bukan Karena Gara-Gara Macet, Mungkin Kamu Pernah

Alasan Kenapa Orang Sering Terlambat, Bukan Karena Gara-Gara Macet, Mungkin Kamu Pernah
Biasanya orang terlambat yang menjadi alasan adalah faktor macet. Kalau kita bisa menyiasat nggak bakalan ada yang namanya terlambat. Terlambat merupakan kebisaan buruk yang membahayakan kenapa?

  1. Kurang maksimal dalam melakukan sesuatu. Sebab waktunya jadi kurang.
  2. Mendapat imeg nggak oke,dibilang tukang molor, ratu telat, dan lainnya.
  3. Jadi nggak bisa diandalkan oleh orang lain.
  4. Dianggap nggak profesional. Di dunia kerja/bisnis, sikap telat bisa diasosiasikan dengan nggak profesional. Apalagi kalau telat waktu proses melamar kerja. Membuat nilai kita jadi minus di mata perusahaan.
  5. Menyusahkan orang lain yang sudah menunggu. Kemungkinan besar orang tersebut bakal sebal.
  6. Menghilangkan banyak kesempatan. Misalnya, telat mendaftar beasiswa, telat datang ke suatu acara sehingga terlewat momen penting, hingga telat pedekate dan udah diduluin orang lain.
  7. Kalau sering telat kita juga akan susah mengubah kebiasaan tersebut. Dan makin lama hobi telat akan menyusahkan diri.

Walaupun tahu kalau datang telat itu menyebalkan dan nggak profesional, tapi agak susah bagi saya untuk menghindari keterlambatan. Untuk mengatasi hobi telat, kita perlu mengenali (dan mengakui) penyebab telat yang sebenarnya. Ternyata (mostly) bukan karena malas, atau karena macet, tapi karena faktor lain.

Saya terlambat karena saya suka adrenaline rush
Bahwa terlambat bisa memberikan kita adrenaline rush atau rasa tegang? Apalagi kalau sejak keluar rumah kita sudah terlambat. Sudah pasti kita bakal tegang sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan. Ternyata memang ada beberapa orang yang tanpa disadari  menikmati  adrenaline rush ini. Kalau kata anak Travelling rasanya nggak lengkap kalau check-in dan boarding di bandaranya nggak pake lari-lari nyaris ditinggal pesawat. Tentu saja, ini bukan hal yang baik. Kalau mau nyari adrenaline rush mah naik rollercoaster aja kali. Jangan nyari adrenaline rush dengan datang terlambat dan ngerepotin orang lain!

Saya terlambat karena saya merasa mendingan telat daripada datang terlalu cepat
Menurut Huffington Post, orang-orang yang sibuk atau overloaded biasanya merasa gelisah kalau datang terlalu cepat, soalnya mereka merasa menunggu itu  membuang  waktu mereka sehingga mereka lebih baik ditunggu daripada menunggu. Mendingan datang lebih awal kita bisa baca buku, bales-balesin e-mail, menyelesaikan pekerjaan di laptop, atau santai bengong aja! Pokoknya jangan merasa takut menunggu trus sengaja telat-telatin datang. 

Saya terlambat karena saya nggak bisa membuat perkiraan waktu dengan tepat
Menurut majalah TIME, kebiasaan ngaret bisa timbul karena kita nggak bisa memperkirakan waktu dengan baik.

Cari tahu berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan sesuatu yang biasa kamu kerjakan sehari-hari. Misalnya, mandi, dandan, nyetir dari rumah ke tempat beraktivitas setiap hari, dan sebagainya. Cari tahu waktu persisnya. Diukur pakai jam! Soalnya perkiraan pribadi dengan kenyataan suka jauh berbeda.
Contohnya, saya selalu mengira bahwa saya cuma perlu 10 menit untuk mandi. Setelah diukur dengn jam, ternyata saya bisa mandi sampai 20 menit. Pantesan saya terlambat berangkat mulu! Nah, begini, nih, sifat kebanyakan orang tukang ngaret—nggak bisa memperkirakan waktu dengan baik!

Ternyata orang-orang yang tepat waktu itu selalu mengalokasikan waktu dengan menggenapkan waktu ke atas. Misalnya, kalau jarak tempuh dari rumah ke kampus sekitar 20-25 menit, maka orang-orang yang tepat waktu akan mengalokasikan waktu 30 menit, untuk amannya.

Sebaliknya, orang yang biasanya datang terlambat akan membuat perkiraan waktu dengan membulatkan waktu ke bawah dengan ganjil. Misalnya, 23 menit.
Kebiasaan ini disebut DeLonzor sebagai split second timing, dan kebiasaan ini berbahaya karena nggak memberikan waktu luang untuk hal-hal mendadak. Misalnya, kalau di perjalanan tiba-tiba ada kemacetan tak terduga dan kamu cuma mengalokasikan waktu 23 menit, kamu bakal terlambat banget dibandingkan kalau kamu mengalokasikan waktu selama 30-35 menit.

Saya terlambat karena saya berusaha menyelesaikan terlalu banyak hal
Ada orang-orang yang puas dan hepi banget kalau bisa menyelesaikan semua hal dalam daftar to-do list mereka dalam satu hari. Pokoknya semakin banyak hal bisa mereka selesaikan dalam satu hari, semakin puas! Kata DeLonzor, Mereka yakin mampu menyelesaikan banyak hal dalam jangka waktu sependek mungkin, padahal biasanya jumlah hal yang ingin mereka selesaikan itu nggak realistis dan ujung-ujungnya mereka cuma bisa melakukan 70-80% hal-hal yang ingin mereka selesaikan.

Akibat lainnya? Mereka jadi terlalu sibuk dan rentan terlambat datang di tempat tujuan. Punya ambisi menyelesaikan banyak hal dalam sehari itu bagus,tapi yang realistis.

Anda mau mengetahui kemampuan yang belum diketahui oleh diri Anda dan ingin meningkatkan kemampuan diri atau lagi mencari jasa event,  outbond. Janagn khawatir kami senang jika Anda memilih kami menjadi partner. Kami akan sepenuh hati melayani Anda. 

346 Pembaca    |    0 Komentator
Share This :  
Tag : Alasan Kenapa Orang Sering Terlambat, Bukan Karena Gara-Gara Macet, oaseindonesia, eo semarang, event organizer, talent mapping, party planner, inhouse training , Event Organizer, EO, EO Outbound Semarang, Event organiser, Event Organizers, Event Organizing, Event Organization, Event Management, Event Planner Organizer, Event Organizer Indonesia, Jasa Event Organizer, Event Organizer Website, Event Organizer Semarang, Event Organizer Solo,Event Organizer Jogja, Party Planner Jogja, Bisnis Event Organizer, Perusahaan Event Organizer, Tes Minat dan Bakat, Tes Minat Bakat Kerja, Talent Mapping Test, Talent Mapping,

Kirim Pesan Anda