Ada ribuan definisi tentang bakat, perbedaan definisi ini akan membuat lebih banyak perdebatan muncul. Karena itu penting bagi praktisi Talents Mapping untuk mengetahui definisi yang dipakai oleh orang lain sebelum memulai diskusi.  Beberapa orang yang skeptic terhadap bakat dan menganggap kerja keras adalah segalanya biasanya memang memiliki definisi yang berbeda. Nah, sebagian orang menilai bakat itu adalah bawaan istimewa dalam melakukan hal yang secara kasat mata tampak sebagai keahlian, misalnya : Susi susanti merupakan pemain bulu tangkis berbakat, meski bukan lulusan sastra, Taufik Ismail berbakat membuat puisi.

Coba kita lihat definisi bakat menurut kamus besar bahasa Indonesia :  “dasar (kepandaian, sifat dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir”.

Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, “Talent is a natural abilily to be good at something, especially without being taught”. Jadi kata kuncinya terletak pada alamiah, bawaan/ karunia Tuhan,  mudah tanpa perlu belajar yang bisa berupa sifat, kepribadian atau kepandaian. Yang membuat pemahaman menjadi rancu biasanya definisi bakat dicampuradukkan dengan keterampilan (skill atau hasil belajar/performance) juga kompetensi yang merupakan outcome dari berbagai faktor, bukan semata-mata bakat.

Oase Indonesia sebagai salah satu lembaga pelatihan SDM fokus pada pencarian bakat dominan. Dimana bakat dominan ini yang akan menghantarkan pada optimalnya hasil kinerja. Dengan ungkapan lain, menemukan bakat produktif.

Maka mau tunggu apa lagi untuk mengikuti tes bakat ini? Tidak ada kata terlambat selama Allah masih memberikan nafas bagi diri kita.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *