Dalam era sekarang ini, banyak orang cenderung lebih aktif dari pada era sebelumnya. Ini disebabkan karena mudahnya informasi yang didapat sehingga menyebabkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi dan cepat dialamai oleh banyak orang. Rasa ingin tahu yang menjadi sifat dasar manusia menjadi kuat dan terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Maka dari itu, perlu sesuatu untuk membersamai rasa ingin tahu yang kuat tersebut dengan metode yang sesuai.

Dalam sebuah training, Hubungan komunikasi yang terjalin tidak bisa hanya dilakukan dalam satu arah saja melainkan harus terjadi komunikasi dua arah. Tidak hanya menunjukan dan memberitahukan kepada para peserta, namun juga memberikan pelatihan yang aktif kepada peserta. Memberikan pengalaman nyata kepada peserta akan membuat mudah dipahami apa yang ingin disampaikan oleh trainer tersebut. Melibatkan peserta dalam beberapa reka adegan, sehingga peserta merasakan apa yang dicontohkan atau dipraktekan oleh trainer dalam sebuah training.

Apakah metode ceramah efektif dalam sebuah training era sekarang ini ?

Saya tidak akan menjawabnya sendiri, mari kita jawab Bersama.

training sdm bersama oase

Metode ceramah menyebabkan hubungan 1 arah terjadi secara terus menerus. Sehingga hal itu menimbulkan kegiatan pasif yang dialami oleh para peserta training. Mereka hanya melakukan 2 kegiatan pasti, yaitu mendengarkan dan menulis apa yang ingin mereka tulis (itupun kalua mereka mau untuk menulis). Metode belajar yang demikian hanya akan menghambat belajar itu sendiri.

Para peserta datang ke sebuah training yang diberikan, mereka memiliki tujuan baik, yaitu untuk lebih paham dan mengerti. Dan itu tentunya dibutuhkan media untuk memahami. Medianya bisa trainer atau buku training. Namun keduanya tidak bisa menjadi acuan pasti untuk membuat para peserta bisa memahami training yang diberikan. Ketika pengetahuan itu akhirnya diberikan, pengetahuan tersebut belum tentu diterima dengan mudah. Karena kondisi pasif yang diterima peserta, yang menyebabkan para peserta tidak bisa bertahan lama dalam mengikuti training.

Jadi, apakah masih efektif metode ceramah dilakukan dalam mengisi training ?


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *