Cidro (Didi Kempot)

Wis sakmestine ati iki nelongso

Wong sing tak tresnani mblenjani janji

Opo ora eling naliko semono

Kebak kembang wangi jroning dodo

Duh piye maneh iki pancen nasibku

Kudu nandang loro koyo mengkene

Remuk ati iki yen eling janjine

Ora ngiro jebul lamis wae

Lagu Cidro menjadi salah satu titik balik dalam perjalanan musik Didi Kempot (Allahu yarham) serta ekspresi warna dalam kancah musik Indonesia.  Saya pun penasaran mengapa lagu-lagu Didi Kempot begitu kuat pengaruhnya pada berbagai kalangan, bahkan mereka yang tidak menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Tema kehilangan, patah hati, kesedihan begitu lekat dalam berbagai lirik lagu Didi Kempot.  Sebagian orang bahkan menamakan dirinya dengan sebutan ‘sobat ambyar’ untuk mengidentifikasi kesamaan rasa yang mengikat mereka, meski tak saling mengenal.

Menangis dan sedih karena merasa dikhianati, kehilangan atau perpisahan seringkali menjadi rahasia pribadi. Orang lebih memilih tertunduk sambil memeluk bantal, meredam sesegukan. Bersedih dan tampak lemah seringkali dinilai memalukan, atau setidaknya  mereka tidak ingin merepotkan orang lain dengan gejolak jiwanya. Karena itu pilihan mengunci kamar, atau mandi di bawah pancuran seringkali dipilih. Mungkin berharap agar air mata jatuh bersama aliran air ke gorong-gorong bermuara ke sungai, bahkan ke laut menemui kebebasannya. Sementara kepingan hati yang patah tetap terbalut luka, memaksa keluar dari ruang sepi berusaha tersenyum. Saat orang-orang bertanya, maka jawabannya selalu sama, “Aku tidak apa-apa,” Meski sembab di mata dan seraknya suara tak selalu bisa disembunyikan dengan mudah.  

Didi Kempot

Sumber gambar : ayobandung.com

Lagu-lagu Didi Kempot seolah-olah akumulasi menyuarakan kesedihan, kecewa dan marah yang terpendam bertahun-tahun dalam benak banyak orang. Seni membuat rasa yang tertahan mengalir melalui pipa lagu, menemukan orang-orang dengan kisah yang serupa.

“Ternyata aku tak sendirian”

“Yah memang aku kecewa, sedih … ya aku patah hati”

Its okey to be not okey

Tampaknya penerimaan inilah yang membuat banyak orang merasa nyaman dengan lagu Didi Kempot.  Dalam psikologi patah hati, fase penerimaan ini merupakan awal dari pemulihan kondisi mental seseorang. Sebagian orang yang gagal ‘move on’ biasanya masih berada pada fase ‘denial’ atau menyangkal tentang berbagai perasaan kecewa, sedih, marah yang dialaminya. Orang  pada fase ini biasanya akan pura-pura baik-baik saja, menyalahkan situasi atau  orang lain. Karena belum menyadari dan menerima dengan objektif masalah yang terjadi pada dirinya, maka akan sulit bagi orang yang sedang berada pada awal fase patah hati untuk bisa berpikir jernih.

Gek opo salah awakku iki / Kowe nganti tego mblenjani janji / Opo mergo kahanan uripku iki / Mlarat bondo seje karo uripmu / Aku nelongso mergo kebacut tresno / Ora ngiro saikine cidro

Menurut ahli psikoneurologi, saat fase awal kehilangan, otak kita mengaktifkan amigdala yang memegang fungsi penting dalam dua hal sekaligus : yakni berkaitan dengan pusat kendali emosi, kelekatan dan romantic love serta respon melindungi diri dengan cara fight & flight control.   Hal ini menjelaskan mengapa peristiwa seperti penghianatan, perpisahan, kematian atau kehilangan orang yang dicintai selalu menguras energi, memicu stress, serta perasaan kecewa yang mendalam.

Orang yang sedang berada pada fase awal kehilangan tidak terlalu membutuhkan motivasi, nasihat. Pada kondisi ini, jangan terlalu menyalahkan atau menuntut melampaui kemampuannya.  Mereka masih terfokus pada perasaan kehilangan itu sendiri, berusaha mencerna kenyataan yang seringkali sulit diterima karena tidak pernah dibayangkan atau dipersiapkan sebelumnya. Hal ini wajar, ibarat orang yang secara fisik jatuh terjerembab, maka sangat sulit baginya untuk langsung tegak berdiri. Sesaat setelah jatuh, pandangannya kabur, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya, kepalanya pening. Setelah meringis, dalam keadaan terbaring lemah mereka meraba-raba bagian tubuh yang lecet dan berdarah, mereka-reka apa yang terjadi pada dirinya. Jika sakit secara fisik saja butuh waktu untuk menyadarai rasa sakit, menilai situasi dan keadaan secara objektif, begitu pun keadaan orang yang mengalami luka dalam hatinya karena kehilangan atau patah hati. 

Salah satu bantuan terbaik yang bisa Anda berikan pada orang yang patah hati adalah mendengarkan mereka dengan tulus, memberikan pelukan dan dukungan lainnya sebagai dukungan psikologis untuk menguatkan mereka menerima kenyataan. Dengan mendegarkan, menerima emosi maka mereka akan merasa diterima serta dihargai. Membantu menjaga kesehatan para broken heart people ini juga penting  agar mereka kuat menghadapi kenyataan. Tidak mau makan, sulit tidur, kurang memperhatikan kebersihan badan akan membuat kondisi psikologis mereka menurun.

Orang yang tidak bisa mengatasi fase penyangkalan, belum masuk pada fase penerimaan berisiko mengalami kesehatan mental lainnya yang bersumber dari rasa marah, kecewa, sedih, dendam dan putus asa.

Psikologi Patah Hati

Sumber gambar : pexels.com

Peristiwa yang melibatkan hubungan hati yang kuat, emosi yang intens memang akan disimpan lebih lama dalam memori manusia. Itulah mengapa orang yang mengaku sudah move on sekalipun tetap akan menyimpan kepingan ingatan masa lalu dalam benaknya. Didi kempot menandai berbagai peristiwa penting dengan penanda ingatan berbagai tempat, misalnya Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Gunung Purba, Parang Tritis dan masih banyak lokasi lainnya. Wajar jika lagu dinyanyikan orang yang memiliki pengalaman serupa akan mengalami dilatasi memori, kelingan sing mbiyen-mbiyen. Pastikan Anda selektif memilih orang yang akan Anda simpan ke dalam hati, menyimpan rasa khusus, karena begitu sakit terasa jejaknya tak mudah dilupakan dengan cepat.

Kabar baiknya, rasa kehilangan, kecewa, marah bahkan trauma bisa dipulihkan. Selain butuh penerimaan, kesabaran, reframing, memindahkan fokus produktifitas  juga butuh waktu. Orang-orang yang telah menerima dan berdamai dengan kenyataan biasanya justru akan bisa belajar dari peristiwa tersebut.  Mengambil hikmah agar tak mengulangi kesalahan yang sama, bijaksana dan kuat secara mental.

Loro atimu mesti mbok obati dewe”, begitu pesan Mas Didi Kempot.

Kematian mendadak Didi Kempot di puncak kesuksesannya di bidang musik mengejutkan banyak orang. 5 Mei kemarin jasadnya terkubur, purna tugas di dunia. Lewat konser dari rumah beberapa waktu lalu Didi Kempot mengumpulkan sekitar 7,6 miliar donasi dari berbagai kalangan untuk didonasikan bagi orang-orang yang terdampak pandemi Covid-19.

Apakah Anda termasuk salah satu sad bois dan sad girls yang merasa sangat kehilangan sosoknya ?


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *